Berdasarkan pantauan "PR" di lapangan, ambruknya jembatan vital tersebut membuat aktivitas transportasi lumpuh total. Mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan akses jalan nasional baik dari Pangandaran menuju Ciamis maupun Pangandaran ke Banjar. Pasalnya meski tak terbawa arus jembatan tersebut sudah tidak mungkin lagi dilewati oleh para pengguna jalan. Pengendara dapat mengambil alternatif jalan lain namun, tentunya jarak yang ditempuh lebih jauh.
Sementara itu, di lokasi ambruknya jembatan banyak warga berebut untuk menyaksikan jembatan ambruk tersebut. Bahkan sempat terjadi kepanikan karena jembatan sempat menimbulkan bunyi patahan . Beruntung tidak terjadi apa-apa karena polisi langsung memerintahkan warga untuk menjauh dari garis polisi demi keamanan.
Salah seorang warga sekitar Ajam mengatakan, sebelum roboh diterjang arus jembatan tersebut menimbulkan bunyi patahan. "Ada suara 'krek-krek' gitu, ambruknya tadi sekitar jam tujuh lah," ujar dia di sekitar jembatan ambruk. Ia menambahkan, ambruknya jembatan disebabkan oleh tiang di tengah jembatan hanyut terbawa arus.
Lebih lanjut kata Ajam, saat jembatan ambruk memang tengah terjadi hujan cukup lebat. “Dua hari terakhir hujan turun non stop,” ungkapnya. Sehingga membuat debit air meningkat yang mengakibatkan derasnya arus sungai.
Sumber : Pikiran Rakyat
ADSENSE HERE!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar